Jalan-jalan ke Bali

Perjalanan Darat Menuju Bali

Posted by Airin Maduretno

Kalau kita bepergian ke Bali banyak jalan yang bisa kita pilih, mau jalan lewat udara tapi ya pemandangannya awan melulu, baru terlihat pemandangan yang bagus saat take off atau landing saja. Kalau lewat laut juga bisa, tapi yang saya tahu hanya dengan kapal-kapal besar jurusan NTB atau NTT. Kalau yang ini pastinya pemandangannya laut lepas, desiran angin dan ayunan gelombang Laut Jawa yang akan jadi  sensasinya. Tapi kalau Anda orang yang mudah mabuk laut, jangan pilih perjalanan laut, percuma Anda bayar mahal tapi tidak akan menikmati sensasi lautnya.

Satu lagi jalan menuju Bali yang sering jadi pilihan, terutama saat-saat liburan panjang…jalan darat.  Waah, kalau yang ini memang harus ekstra persiapan yang matang. Kondisi kendaraan harus fit, drivernya juga harus fit. Kalau ingin menikmati kota-kota yang akan dilalui, lakukan perjalanan pagi atau siang hari.

Jarak tempuh Surabaya – Denpasar sekitar 9-10 jam dengan pembagian waktu Surabaya sampai penyeberangan Ketapang Banyuwangi sekitar 5 jam, lama antri di penyeberangan dengan kondisi biasa bukan liburan besar seperti Lebaran atau Tahun Baru kira-kira 15-30 menit, kadang kalau pas sepi ya tidak ada antrian bisa langsung masuk kapal feri. Lama penyeberangan kurang lebih 1 jam. Perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk sampai ke Denpasar sekitar 2.5 – 3 jam.

Rute perjalanan dari Surabaya, Sidoarjo – Gempol – Pasuruan – Probolinggo – Paiton – Situbondo – Ketapang. Perjalanan dari Surabaya – Gempol ada pemandangan Lumpur Lapindo :-( bencana yang hingga sekarang masih menghantui masyarakat Sidoarjo. Selepas Gempol, kita banyak melalui pinggiran kota-kota seperti Pasuruan yang terkenal dengan Roti Sisir Matahari dan Rawon Ngulingnya.

Melalui Probolinggo pun kita hanya lewat pinggiran kotanya. Oya, sepanjang perjalanan Pasuruan – Situbondo ini jangan pernah khawatir kalau mencari pemberhentian untuk sekedar ke toilet atau sholat, banyak SPBU di jalur ini yang menyediakan kamar mandi dengan jumlah yang banyak dan bersih semua, nggak kalah dengan toilet mall. Malah kalau saya boleh bilang yang ini lebih bersih, terang dan wangi dari toilet-toilet mall. Airnya bersih, dingin dan melimpah. Buat yang wudhu, airnya sangat menyegarkan. Ini semua disediakan gratis. Salut buat SPBU-SPBU ini! :-)

Untuk makan, sepanjang jalur ini karena memang jalur padat menuju Bali, banyak tersedia restaurant-restaurant dengan makanan khas Jawa Timur atau makanan Indonesia biasa pada umumnya dengan rasa bintang 5 harga kaki 5. Makannya pun ada yang model prasmanan atau ala carte alias pesan sesuai dari daftar menu yang ada. Dan restaurant ini rata-rata buka 24 jam. Biasanya bus malan jurusan Bali banyak yang singgah di restaurant-restaurant ini.

Saat kita melewati Paiton kita bisa melihat Proyek PLTU Paiton yang megah disepanjang pesisir laut utara Jawa Timur ini. Kalau kita melintas malam hari, lampu-lampu dari kompleks Kawasan Paiton ini tampak indah sekali.

Melalui Jalanan Hutan Lindung Baluran

Selepas dari Paiton, kita menempuh perjalanan menuju Situbondo dan Ketapang. Dalam perjalanan ini kita akan melalui Hutan Lindung Baluran. Perjalanan kita ini akan melalui tengah-tengah hutan lindung. Jalanan di sepanjang hutan ini sangat sepi sekali, makanya stamina kendaraan Anda sangat dibutuhkan disini, jangan sampai kendaraan Anda mengalami masalah saat melintasi hutan ini, karena akan sulit mencari pertolongan.

Dijalur ini jarang terdapat rumah-rumah penduduk. Jalur ini kiri dan kanan jalan hanya pepohonan saja, seperti yang tampak difoto. Saat itu sedang musim kemarau. Disepanjang jalur ini tidak ada lampu jalan, jadi kalau perjalanan malam hari penerangan hanya bertumpu pada lampu kendaraan saja. Saran saya kalau melintasi jalur ini saat malam, beriringan saja dengan kendaraan lain, lebih aman…orang Manado bilang, ‘bisa baku lihat dan baku tolong’. Perjalanan melintasi hutan lindung ini sekitar 30 menit, setelah itu perjalanan akan melalui desa-desa hingga sampai ke Pelabuhan Ketapang.

Sesampai di Ketapang, kita masuk pelabuhan bayar biaya penyeberangan Rp.94.000,- per mobil (kendaraan keluarga). Masuk dari loket kita tinggal baca petunjuk yang dipasang atau biasanya ada petugas yang mengarahkan jalur kita harus menuju ke kapal feri yang mana.

Untuk menyeberang, mobil kita masuk ke dak bawah kapal feri atau kapal tongkang itu. Saat perjalanan menyeberang kita bisa keluar dari mobil untuk sekedar relax meluruskan kaki-kaki dan naik ke anjungan untuk melihat pemandangan didaratan Jawa atau Bali yang luar biasa dari tengah Selat Bali.

Sesampai di Pelabuhan Gilimanuk, jangan kaget kalau ada pemeriksaan petugas polisi atas surat-surat kendaraan dan identitas kita. Semenjak kejadian Bom Bali I, keamanan untuk masuk Bali memang diperketat. Jadi jangan pernah lupa untuk bawa KTP, STNK dan SIM. Ini termasuk buat penumpang kendaraan lho, KTP harus bawa.

Penyeberangan Selat Bali

Keluar dari Pelabuhan Gilimanuk kita bisa langsung lanjutkan perjalanan menuju ke Denpasar. Kalau mau istirahat dulu juga bisa. Disepanjang jalan keluar pelabuhan ini banyak depot yang menyajikan makanan khas Bali khususnya di daerah Gilimanuk yakni Ayam Betutu, yang enak menurut saya dan banyak direkomendasi orang-orang adalah Ayam Betutu MemTempeh, letaknya disisi kanan ujung jalan keluar pelabuhan, didalam terminal. Rasa pedasnya ruarrr biasa :-)

Rute perjalanan selanjutnya, pelabuhan Gilimanuk – Negara – Tabanan – Denpasar. Medan perjalanan Negara – Tabanan ini, jalannya banyak berkelok dan tanjakan. Sepanjang perjalanan nuasa khas Bali sudah sangat terasa, baik dari bentuk-bentuk rumahnya, peligi-peligi [tempat menaruh sesaji] yang dibangun didepan rumah atau disudut-sudut jalan.

Kalau lewat Negara, boleh dicoba mampir sejenak di Depot Bidadari, tempatnya yang nyaman dan makanannya yang lezat bisa jadi persinggahan yang menyenangkan :-) …harga makanannya juga tidak mahal.

Perjalanan 2.5 jam Gilimanuk – Denpasar dengan sajian pemandangan yang indah dan nuansa etnik Bali membuat kita tidak terasa sudah sampai di Denpasar, dan siap menikmati sensasi-sensasi yang lebih dahsyat di Pulau Dewata.  Nice Trip ya :-)