Tips



Cara Berhemat Listrik di rumah:

  1. Perhatikan design rumah Anda, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan sirkulasi udara dan pencahayaan rumah:

  • Usahakan selalu ada bukaan di setiap ruangan, baik bukaan samping seperti jendela atau bukaan atas seperti bovenlicht. Idealnya rumah memiliki 2 bukaan pada sisi dinding yang berbeda.
  • Sebaiknya setiap pintu dan jendela memiliki kisi-kisi diatasnya, agar saat pintu/jendela ditutup sirkulasi udara tetap ada.
  • Memberikan kanopi pada bukaan yang menghadap ke barat untuk mengurangi teriknya sinar maupun panas matahari yang masuk.
  • Pasang insulasi pada plafon akan megurangi panas matahari yang merambat melalui genteng.
  • Untuk ruangan yang akan digunakan berkumpul-kumpul bersama keluarga lebih baik pilih warna dinding yang terang agar cahaya lebih optimal.

  1. Kenali perangkat listrik Anda. Apakah sudah sesuai ketentuan penghematan listrik?

  • Sesuaikan daya listrik dengan kebutuhan listrik Anda. Semakin kecil daya yang digunakan, maka semakin rendah tagihan lsitriknya.
  • Sesuaikan perangkat listrik dengan kebutuhan Anda. Jangan terlalu berlebihan dalam pemilihan perangkat listrik hanya karena mengikuti trend.
  • Atur pembagian fase listrik Anda secara merata.

  1. Cermat dengan Lampu

  • Pilih lampu yang hemat energy (TL dan CFL).
  • Padamkan lampu jika tidak digunakan. Bisa gunakan sensor otomatis untuk mematikan atau menghidupkan lampu.
  • Kurangi pemakaian lampu antara pk. 17.00 – 22.00.

  1. Berhemat dengan AC

  • Pilih AC yang hemat energy, sesuaikan besaran PK-nya dengan luas ruangan. Idealnya, ruang 3x4m dengan AC ½ PK, untuk ruang tertutup ukuran 4x6m ke atas cukup dengan AC ¾ PK, selebihnya bisa menggunakan AC 1-1 ½ PK sesuai luasan dan kondisi ruangan.
  • Matikan AC bila tidak digunakan.
  • Atur suhu AC sesuai dengan kebutuhan, idealnya suhu ruangan 26?C.
  • Lakukan perawatan AC secara berkala, agar dinginnya tetap terpelihara. Idealnya perawatan AC 3-4 bulan sekali di musim hujan/dingin, maksimal 2 bulan sekali di musim kemarau/panas.

  1. Bijak dengan Audio dan Video

  • Gunakan Audio dan Video seperlunya sesuai dengan acara yang diminati.
  • Biasakan untuk mematikan TV, DVD, HiFi, Home Theater atau Tape/Radio bila tidak digunakan.
  • Bila Anda menggunakan tambahan kabel steker untuk beberapa perangkat Audio Video, gunakanlah yang terdapat tombol ON/OFF nya, sehingga bila Anda telah mematikan perangkat tersebut, agar tidak ada aliran listrik yang mengalir, Anda tidak perlu mencabut kabelnya satu per satu dari steker, tapi cukup tekan tombol OFF. Hal ini selain menghemat listrik juga aman apabila terjadi korsleting listrik.

  1. Lemari Es

  • Letakkan Lemari Es di ruangan yang memiliki ventilasi cukup baik.
  • Berikan celah yang cukup antara kulkas dengan dinding agar hawa panas di sekitar kondensor di sekitar cepat hilang.
  • Atur suhu lemari es dengan tingkatan dingin sesuai dengan kondisi normal.
  • Hindari pengisian lemari es secara berlebihan, agar sirkulasi udara dingin tetap bisa maksimal.
  • Hindari membuka dan menutup secara berlebihan yang bisa mengakibatkan lemari es bekerja lebih keras.

  1. Mesin Cuci

  • Pilihlah mesin cuci yang sesuai kebutuhan. Untuk keluarga besar, gunakan mesin cuci ukuran 8 kg. Untuk keluarga kecil, cukup memakai kapasitas 5 kg.
  • Isilah mesin mesin cuci sesuai kapasitas, karena bila melebihi kapasitas akan lebih boros pemakaian listriknya dan hasil pun tidak optimal.

  1. Pompa Air

  • Dianjurkan untuk memiliki bak penampungan air sehingga frekuensi memati-hidupkan pompa air lebih terkontrol.
  • Apabila menggunakan pompa air untuk pengisian tandon atas, jangan gunakan system otomat untuk pengisiannya. Karena bisa jadi pengisian otomatis terjadi saat malam hari dimana penggunaan listrik sedang banyak-banyaknya. Gunakanlah pengisian manual dengan rajin-rajin mengecek kapasitas tandon atas dengan indicator pelampung. Pengisian tendon atas usahakan dilakukan saat pagi hari, saat pemakaian listrik berkurang.

  1. Water Heater

  • Instalasikan pipa-pipa dengan baik, agar suhu panas tidak terbuang percuma.
  • Atur suhu sesuai keinginan, tidak terlalu panas atau sebaliknya. Suhu akan mempengaruhi asupan pemakaian listrik.

  1. Komputer

  • Usahakan menggunakan LCD Monitor, karena lebih hemat listrik hingga.
  • Untuk menyalakan layar tunggulah beberapa saat setelah CPU menyala, juga saat mematikannya tidak perlu menunggu CPU mati setelah Anda klik shut down, layar dapat langsung dimatikan. Dengan ini konsumsi listrik lebih hemat.

by Airin Maduretno – 2009