Sharing Room


Refresh your marriage life


Pagi, bangunin anak, nyiapin keperluan sekolah, nyiapin sarapan, mandi…trus buru-buru berangkat ke kantor ngejar jangan sampai kejebak macet di jalan. DIkantor, udah langsung ribet dengan urusan ini itu, kadang udah capek-capek ngerjain masih juga ada yang nggak bener. Suebel bener deh L Mau pulang sore…,eh, masih terjebak dengan kerjaan yang belum juga kelar. Dan akhirnya, pulang agak malem. Jam 7an baru bisa jalan keluar kantor. Ini udah lumayan lebih sore dari biasanya. DI jalan, pikiran udah melayang ke rumah duluan..anak udah mandi belum ya? Besok ulangan apa? Waduh, dia udah makan malem belum ya? Kegelisahan akan pertanyaan-pertanyaan itu terus mengikuti sampai di rumah.

Sesampai di rumah, anak udah ribut laper belum makan, besok ada ulangan, ada PR yang belum bisa dikerjain…Cuma lempar tas di kamar dan ganti baju, langsung nyiapin makan malam, sambung nemenin anak bikin PR dan tanya jawab untuk materi ulangan besok. Kelar semua, baru bisa menikmati waktu mandi yang menyegarkan. Taklama berselang, suami datang…dan langsung nyiapin makan malam. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku beringsut masuk ke selimut, suamiku masih asyik dengan laptopnya. Ngobrol sebentar…aku sudah langsung terhipnotis dalam tidur yang semakin dalam..alias udah ketiduran. Besok, rutinitas itu terulang terus…setiap hari.

Rutinitas itu pasti pernah terjadi dalam kehidupan setiap orang. Awas, waspadai Anda sudah terjebak dalam rutinitas yang kalau tidak Anda beri variasi, Anda akan bosan. Dan akan timbul perasaan lelah, menjemukan, ujung-ujungnya dalam hati kecil Anda akan memprotes kehidupan yang menjemukan ini. Anda merasa effort yang Anda keluarkan selama ini nggak sebanding dengan kepuasan bathin yang Anda dapatkan. Anda jadi seorang yang ‘moody’. Bahayanya lagi, disaat Anda desperate dengan situasi yang ada, masuklah seseorang yang datang dengan penuh perhatian. Waaah, bisa tambah runyam deh ?
Sebelum semuanya jad tambah runyam, yuuk kita refresh kehidupan pernikahan kita. Jangan tunggu suami atau istri Anda yang berinisiatif, tapi mulailah dari Anda sendiri. Dengan Anda memulai melakukannya secara otomatis semuanya akan mengikutinya. Ini sebagian cara yang pernah saya baca, dan sedang terus saya upayakan.

    1. Sapa

‘Selamat Pagi Sayang’…kalimat sederhana yang jarang sekali kita perdengarkan. Padahal kalau itu selalu terdengar di saat kita memulai hari..ini akan jadi dooping yang hebat buat melipatgandakan semangat kita. Kalau pagi terlewatkan masih ada saat kita berangkat ke kantor atau waktu kita datang dari kantor. Siangpun kita bisa juga menyapa suami/istri kita…seperti ‘jangan telat maem ya sayang’…kecil…tapi sangat berarti buat kita yang menerima. Ini bentuk perhatian dalam bentuk sapaan. Kalau sapa by phone tidak sempat karena waktu Anda Cuma sedikit, sempatkan sms atau ym pasangan Anda. Sapa ini juga biasakan pula pada anak-anak kita. Sapa mereka setiap bangun tidur atau saat mereka akan tidur malam. Hari yang dimulai dengan saapan penuh hangat ini akan menjadikan kegiatan di pagi hari yang ribet akan terasa menyenangkan dan penuh senyuman ?

Senantiasalah tinggalkan rumah dengan salam perpisahan yang lembut dan kata-kata yang penuh kasih. Kata-kata itu mungkin kata-kata terakhir Anda. –Anonim-

    2. Sentuhan hangat dan pujian

Pernahkan Anda memberikan sentuhan kecil untuk suami Anda saat dia mengemudikan mobil? Seperti menyentuh bahu atau tangannya saat dia memegang gigi porsneling sambil berkata betapa kekar bahunya? ..Pernahkah Anda menggenggam tangan istri Anda saat bersantap malam bersama sambil berujar betapa enak masakannya atau kalau istri Anda tidak memasak sendiri, Anda puji betapa bagus penataan meja makannya? Menggandeng tangan suami/istri Anda saat jalan-jalan ke mal? Anda belum pernah atau jarang melakukannya??? Mulai sekarang lakukanlah! Sebelum orang lain melakukan untuknya..sebelum orang lain memuji ketrampilannya sebagai ibu rumah tangga..atau memuji suami Anda sebagai suami yang perhatian pada keluarga. Lakukanlah sebelum orang lain melakukannya. Juga lakukanlah pada anak-anak Anda, sentuhan dan pujian ini akan menjadi vitamin untuk kepercayaan diri mereka. Jangan dibilang ini tidak berpengaruh pada kepercayaan diri pasangan kita. Dengan kita memuji, pasangan kita akan lebih percaya diri dan dia akan lebih bisa terbuka kepada kita.

Aku bisa hidup selama dua bulan hanya dengan satu pujian yang baik. –MarkTwain-

    3. Kata Maaf

Cinta adalah keikhlasan..ikhlas untuk meminta maaf maupun memaafkan..menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Meminta maaf bukan pertanda kelemahan, malah sebaliknya mengakui kesalahan akan semakin memperkuat ikatan pernikahan. Jangan biarkan kekerasan hati dan harga diri menghalangi Anda untuk mengatakan maaf dengan tulus. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Setiap orang suatu saat akan perlu pengampunan. Kekuatan sebuah cinta akan teruji saat kesediaan untuk memperbaiki keadaan dengan dua kata ‘maafkan aku’. Hal ini juga berlaku untuk orang tua kepada anak-anaknya, karena sebagai ourang tuapun kita tak pernah luput dari kesalahan. Dengan Anda meminta maaf kepada anak atas kesalahan yang Anda lakukan, melatih anak Anda berkembang menjadi anak yang lebih sportif. Tiada apapun yang dapat menggantikan permintaan yang cepat dan tulus ;-)

Suatu permohonan maaf adalah lem super kehidupan. Permintaan maaf bisa memperbaiki hampir segalanya. –Synn Johnston-

    4. Doa Bersama

Perkuat pernikahan dengan ikatan doa. Tiada pernah dua jiwa yang bertaut dengan sangat intim seperti saat sama-sama menundukkan kepala dalam doa. Hal kecil yang kadang disepelekan…doa bersama atau sholat berjamaah, seringkali kita lewatan kesempatan yang ada. Sempatkanlah pada waktu-waktu tertentu untuk berdoa bersama. Disinilah segala rintangan dikesampingkan dan kelembutan hati menyeruak diantara keluarga yang menghadirkan Tuhan ditengah-tengah mereka. Awali doa dengan ucapan syukur, karena ada berjuta alasan untuk bersyukur.

Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul karena Aku, Aku berada di tengah-tengah mereka. –Matius 18:20-

    5. Komunikasi

Menyimak..bicara..menyimak..bicara..menyimak..bicara..itu yang harus dilakukan untuk mengetahui apa yang diinginkan, apa yang dirasakan oleh pasangan kita. Hargailah pasangan kita dengan menyimak ucapannya. Jangan pernah menduga bahwa Anda mengetahui pikiran dan perasaan pasangan Anda tanpa melakukan komunikasi. Sebenarnya mencari moment untuk komunikasi itu bisa kapan aja dan dimana aja… di mobil saat bepergian, saat sarapan atau makan malam, atau bisa jadi saat akan berangkat tidur. Respon pembicaraan pasangan Anda dengan sesekali selipkan pujian dari minat tulus Anda. Jangan hanya menggangguk atau bergumam…’hmmm…’ sembari merangkai respons Anda dalam benak Anda sendiri. Bila ada permasalahan, cepat selesaikan sebelum mata terpejam. Mulailah hari dengan hati terbuka dan tanpa beban.

Komunikasi juga WAJIB Anda lakukan terhadap anak-anak…kapan saja…bisa saat berangkat sekolah, berikanlah kalimat penyemangat, seperti ‘hari ini kamu pasti bisa lebih banyak jawab pertanyaan bu guru’..kalimat itulah yang akan jadi sugesti buat anak untuk lebih percaya diri menjawab pertanyaan di sekolah. Sempatkanlah untuk mendengarkan cerita dia di sekolah hari ini…jangan lupa..respons dan sisipkan pujian atau solusi jika dia mengalami permasalahan. Jika Anda membiasakan ini setiap hari…Anda akan dapat mengikuti perkembangannya dengan baik.

Saat Anda bicara, Anda hanya mengulangi apa yang sudah Anda ketahui, tapi bila Anda menyimak, mungkin Anda akan memperlajari sesuatu. –J.P. McEvoy-

    6. Gunakan uang dengan bijak

Apapun komitmen Anda bersama pasangan terhadap pengelolaan keuangan keluarga, kuncinya adalah komunikasi dan prioritas. Komunikasikan setiap rencana pengeluaran rutin dan insidentil. Rutin yang termasuk bayar listrik, air, telp, uang sekolah anak, uang kursus/les, belanja bulanan, cicilan-cicilan yang ada, tabungan, sampai dengan kiriman uang rutin untuk orangtua/keluarga kita. Meskinpun ini semua rutin, tetap tiap bulan kita harus remind kepada pasangan kita. Khusus untuk tabungan kita harus tertib untuk menyisihkan paling tidak 10% dari penghasilan kita. Dan berkomitmenlah bahwa dana tabungan ini hanya keluar untuk kebutuhan mendesak dan genting SAJA. Sedangkan pengeluaran insidentil ini seperti pembelian yang dilakukan karena adanya kebutuhan mendesak, contohnya beli lemari es baru karena yang lama sudah rusak atau mendadak ada keluarga lain yang membutuhkan bantuan finansial. Bila Anda tidak mengeluarkannya dari tabungan, maka Anda harus menghemat di pos-pos pengeluaran yang lain, seperti acara makan keluar/jajan. Untuk bantuan kepada orang tua/saudara kita secara financial, komunikasikan hal ini terlebih dahulu dengan pasangan Anda. Meskipun Anda tahu bahwa pasangan kita pasti mengijinkan kita membantu orang tua/saudara sendiri, tetap WAJIB dikomunikasikan. Hal ini untuk menghargai pasangan kita sebagai bagian dari keluarga Anda.

Prioritas, pikirkan benar-benar tujuan atau kebutuhan Anda akan suatu pengeluaran. Minimize pengeluaran-pengeluaran konsumtif. Jangan sekali-kali memaksakan diri berhutang untuk suatu kebutuhan/tujuan yang tidak jelas/konsumtif. Suatu saat Anda akan terjerat hutang yang berkepanjangan. Pikirkanlah, apa yang Anda lakukan dengan tidak bijak akan berakibat bagi keluarga Anda. Apabila Anda mencintai keluarga Anda, gunakan uang dengan bijak, agar mereka dapat menikmati bahagia bersama Anda. Mengendalikan uang akan menjaga pernikahan Anda tetap kuat.

Saran saya, untuk istri…ambillah posisi ‘Menteri Keuangan’ di keluarga. Selain Anda akan banyak belajar bijak dalam pengelolaan keuangan, Anda juga meringankan beban suami, sehingga suami Anda bisa lebih focus dalam bekerja untuk menafkahi keluarga.

Waspadalah terhadap pengeluaran-pengeluaran kecil. Bocor sekecil apapun pasti akan mampu menenggelamkan sebuah kapal laut yang besar. – Benjamin Franklin –

    7. Hargai waktu berdua

Seringkali kita sibuk menyimpan barang-barang berharga kita seperti berlian, perhiasan emas, sertifikat-sertifikat deposito hingga harus membeli brankas besi harga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Malahan harta paling berharga dalam hidup ini Anda telantarkan begitu saja. Ya, suami/istr kita..adlah harta yang dianugerahkan Tuhan dengan caranya yang sangat ajaib hadir dalam hidup kita. Seringkali juga, saking sibuknya kita dengan urusan rumah, kantor, anak-anak yang semakin ribet kebutuhannya, kita lupa menyediakan waktu untuk berdua dengan pasangan kita. Jika Anda sudah merasa keseharian Anda berdua sudah seperti rutinitas biasa…STOP. Berhentilah sejenak, rencanakan sesuatu yang khusus hanya untuk Anda berdua. Ingat-ingat, dulu saat masih pacaran atau baru menikah, hal apa yang menyenangkan Anda lakukan berdua. Nonton ke bioskop berdua, keluar makan romantis berdua atau bila cukup waktu pergilah keluar kota berdua menginap 1 atau 2 malam. Siapkan malam yang indah hanya berdua.

Pernikahan yang baik membutuhkan investasi waktu bersama, perawatan, perlindungan, pemeliharaan dan penegasan. Pernikahan yang baik akan dapat member penghiburan dan dukungan seumur hidup serta perasaan berkeluarga yang kuat. Jadwalkan selalu waktu berduaan secara teratur, jangan halangi kesibukan dan target-target kerjaan Anda menghalangi pemeliharaan hubungan Anda. Ciptakan selalu gairah-gairah yang saat awal pernikahan ada…jadikan itu ada selamanya dalam kehidupan pernikahan Anda.

Hal yang amat disayangkan di dunia ini adalah bahwa kebiasaan baik jauh lebih mudah dihentikan daripada kebiasaan buruk. –William Somerset Maugham-

    8. Mimpilah Bersama

Saat akan memulai pernikahan pasti Anda berdua sudah memimpikan suatu keluarga yang bahagia…tidak berkekurangan..punya anak..dan lain sebagainya. Bila mimpi itu sudah terwujud, mimpilah lagi bersama untuk sesuatu yang baru. Dengan bermimpi berarti Anda berdua sedang merancang masa depan Anda dengan suasana hati yang bahagia. Suasana hati yang bahagia merupakan sugesti pada diri Anda untuk teguh mewujudkannya. Impian ini menopang semangat kita, dan menjadikan kita tetap kita tetap memnadang Tuhan. Apabila mimpi Anda belum terwujud, janganlah putus asa. Dalam upaya mewujudkan itulah tanpa Anda sadari Anda mendapatan sesuatu yang baru yang mungkin belum sempat Anda berdua mimpikan tapi malah telah terwujud. Tanpa Anda tahu pula, apa yang Anda jalani saat ini tidak lepas dari mimpi Anda beberapa tahun yang lalu. Bermimpi bersama pasangan kita akan sesuatu tujuan yang indah, akan semakin mendekatkan kita satu sama lain. Dukungan satu sama lain akan semakin kuat. So, pupuklah impian-impian besar Anda berdua untuk suatu perubahan yang besar dimasa yang akan datang.

Keep Dreaming…Keep Action…for the extraordinary life…

by Airin Maduretno – 2009